Alhamdulillah for my 26th

5 Juli 2013, padahal masih 2 hari lagi ke hari yang aku sebut hari-H, karena hari itulah yang selalu aku jadikan momentum perbaikan, momentum evaluasi tahunan yang pada hakikatnya berkuranglah jatah usiaku. Kemabali lagi ke tanggal 5 Juli 2013 tepatnya pada hari Jum'at sore hari, seperti biasanya aku jemput istriku dari kantor tempatnya bekerja.

Entah kenapa ada sesuatu yang aneh saat kujemput sepertia biasanya, ada sesuatu yang dia sembunyikan, "Surprise,,,," sebuah kado berwarna ungu di persembahkan untukku, sontak kaget aku mendapatkannya, kado apa ini bun? untuk millad abi katanya, lho kan masih 2 hari lagi, iya, tapi bunda pikir hadiah ini akan sangat bermanfaat bunda kasih hari ini,,,

Subhanalloh,,, (bersamabung ya,,,)

Percakapan Uang 1rb dan 100rb


=|[ "Percakapan Uang Rp 1000 & Rp100.000" ]|=-

Rp 1000 : "Enak yak jadi kamu... selalu
berkeliaran di tempat mewah...?!?" +"_"+

Rp 100.000 : "Emang bener aku selalu ditempat mewah, tapi aku juga sering digunakan untuk kejahatan. Seperti buat menyuap, buat korupsi, buat narkoba. Sebenernya aku pengen deh sekali2 kaya kamu, masuk ke dalam kotak amal,
tapi sangat jarang orang yang mau memasukan aku ke kotak amal...!!!" ~./.~"

Rp 1000 : "Betul juga yaaa... Kalo aku yang paling sering dipake buat ngasih pengemis, pengamen, trus aku hampir tiap hari masuk kotak amal...!!!" ^_^"

Rp 100.000 : "Mudah-mudahan setelah Sahabat ngebaca status ini banyak orang yang mau memasukan aku ke dalam kotak amal...!!!"

Rp 1000 : "Aamiin... Aamiin... Aamiin... ^_^"

=========================================================================

Untuk uang 100rb jangan khawatir kamu bisa lebih bermanfaat, jika gak bisa masuk ke kotak amal, transfer aja, gampang kan???
tidak ada alasan lagi untuk saling berbgai!!!!


Rekening Donasi :

BCA 094 301 6001
Mandiri 132000 481 974 5
*Yayasan Rumah Zakat 

Jangan lupa konfirmasi jika sudah transfer agar kami slaurkan sesuai amanah uang sahabat ;)

Yakinlah, Allah MAHA MENEPATI JANJI



Allah adalah MAHA MENEPATI JANJI, dan apa yang tertulis di Alqur’an adalah apa yang langsung diserukan Allah kepada umatnya.

Alquran > Surah Al Baqarah> Ayat 245
Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah melipatgandakan pembayaran Kepadany dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

Bayangkan jika seluruh umat muslim memiliki kesadaran untuk menjadi manfaat bagi yang lainnya, masih adakah orang-orang kelaparan di pinggiran jalan? Masih adakah anak-anak gelandangan yang buta pendidikan? Dan masih adakah preman-preman yang mencurahkan kesengsaraanya dengan kejahatan? 

~Andai kita semua sadar akan hal itu,,,

Syukron inspirasinya teh Fia

Antara Syurga dan Neraka



Oleh: Makmun Nawawi

Diriwayatkan dari Abu Ayyash al-Qathan, dia mengatakan, ada seorang raja yang hartanya melimpah ruah. Dia hanya mempunyai seorang putri yang sangat dicintai dan disayanginya. Sang raja sangat memanjakan putri kesayangannya itu dengan aneka rupa harta. Dan yang demikian berlangsung sekian lama.

Sementara di samping raja itu ada seorang ahli ibadah. Dan ketika suatu malam dia membaca Alquran, suaranya meninggi ketika membaca ayat berikut, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS at-Tahrim: 6).

Ketika pelayannya mendengar, dia pun mengingatkan tetangganya itu. “Berhentilah!” Namun, si abid (ahli ibadah) tetap melanjutkan dan malah mengulang-ulang membaca ayat itu. Si pelayan terus mengingatkan agar si abid berhenti membaca ayat itu. Namun, si abid tetap tak berhenti.

Mendengar ayat tersebut, putri raja meletakkan tangannya ke kantong seraya merobek-robek bajunya. Kemudian, para pelayannya datang menemui raja, seraya menceritakan apa yang terjadi.

Raja pun menemui buah hatinya. “Duhai sayang, apa yang terjadi denganmu sejak semalam? Apa yang menyebabkanmu menangis?” ujar sang raja.

Sang putri menjawabnya dengan mengutarakan pertanyaan. “Wallahi (demi Allah), ananda ingin bertanya kepada ayah, 'Apakah Allah punya rumah yang di dalamnya ada api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu?” Sang raja mengiyakannya.

“Lantas apa yang menghalangi ayah untuk menceritakan hal itu padaku? Wallahi, ananda tidak bisa makan dengan enak dan tidak bisa tidur dengan pulas, sampai nanda tahu di mana kediaman saya kelak; di surga atau neraka?”

Pertanyaan yang diajukan cukup menggetarkan jiwa. Ya, ketika seseorang hidup dalam gelimang kemewahan, lebih-lebih di saat materi diagung-agungkan sedemikian rupa sehingga menjadi parameter baik-buruknya seseorang.

Kemudian, muncul kesadaran akan adanya surga dan neraka, maka hal itu menjadi suatu anugerah dan hidayah yang tiada terkira. Karena beragam perilaku menyimpang, antara lain, dipicu lantaran seseorang melupakan surga dan neraka.

Takut terhadap neraka dan merindukan surga adalah bagian iman yang sangat penting dan keyakinan ini pulalah yang mewarnai kehidupan manusia. Di kalangan sahabat, banyak yang rela mengorbankan apa pun, termasuk jiwanya, demi meraih surga. Misalnya, Umair bin Hamam, yang syahid dalam Perang Badar, dan Amru bin Jamuh yang gugur dalam Perang Uhud. Kedua sahabat ini dijanjikan surga oleh Rasulullah SAW yang luasnya seluas langit dan bumi.

Kalau Nabi juga bersabda, “Haji  yang mabrur, tiada balasan baginya kecuali surga,” (HR Bukhari dan Muslim), seyogianya hal itu menginspirasi para haji (hujjaj) untuk terus merindukan surga, sehingga yang tampil darinya adalah sifat-sifat ahli surga.

Setara dengan kerinduan terhadap surga adalah ketakutan terhadap neraka. Banyak sahabat dan shalafush-shalih yang sudah mencontohkannya. Dengan kondisi jiwa seperti inilah, diharapkan bisa mendorong seseorang untuk beramal sebanyak mungkin dan meredam sekecil apa pun dosa.

Sumber: www.republika.co.id

Masih Hanya Tuhan Yang Tahu


Ku pendamkan perasaan ini
Ku rahsiakan rasa hati ini
Melindungkan kasih yang berputik
Tersembunyi di dasar hati

Ku pohonkan petunjuk Ilahi

Hadirkanlah insan yang sejati
Menemani kesepian ini
Mendamaikan sekeping hati

Oh Tuhanku

Berikanlah ketenangan abadi
Untukku menghadapi
Resahnya hati ini mendambakan kasih
Insan yang ku sayang

Di hati ini

Hanya Tuhan yang tahu
Di hati ini
Aku rindu padamu
Tulus sanubari
Menantikan hadirmu
Hanyalah kau gadis pilihanku

Kerana batasan adat dan syariat

Menguji kekuatan keteguhan iman
insan yang berkasih

Sahabat, taukan lirik lagu diatas? yup, lagu nasyid yang dipopulerkan oleh Unic,
lagu tersebut masih saja sering kudendangkan, karena sampai sekarang Hanya Tuhan Yang Tahu, masa? kan udah nikah??? he,,,

Yee, yang sekarang tidak seperti isi liriknya tapi maksudnya masih Hanya Tuhan Yang Tahu sebesar apa cinta dan sayangku unutk istriku, pastinya lebih besar dari yang dia rasakan. Aamiin,,, he,,,

tos heula ah!!! nuhun,,,

apa ceritamu????